Selasa, 15 September 2015

Perjanjian peminjamaan peralatan organisasi di MAPALA HIMALAYA.



Unit Kegiatan Mahasiswa MAPALA HIMALAYA IAIN Tulungagung merupakan salah satu wadah kegiatan outdoor di lingkup kampus IAIN Tulungagung. MAPALA yang sudah berdiri selama 14 tahun ini memiliki beberapa peralatan. Mulai peralatan pendakian, panjat tebing, susur gua hingga peralatan out bond.
Dalam menjalani sistem organisasi ini yang bersumber dari Kode Etik Pecinta Alam, MAPALA seluruh Indonesia berasaskan kekeluargaan. Dalam hal ini yaitu apabila MAPALA tersebut mempunyai kebutuhan pasti akan dibantu oleh MAPALA lainnya bahkan dengan organisasi pecinta alam luar kampus. Bahkan sampai alatpun bisa dipinjamkan. Saya akan mengambil contoh perjanjian peminjaman perlatan pada UKM MAPALA HIMALAYA.
Peminjaman alat ini bertempat di sekretariatan MAPALA HIMALAYA. Pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian ini adalah pengurus Bidang Logistik MAPALA HIMALAYA dengan peminjam yang biasanya dari MAPALA lain dan OPA. Barang yang digunakan untuk jaminan adalah kartu identitas peminjam. Isi dari peminjaman tersebut adalah peminjam harus merawat barang yang dipinjam. Apabila barang rusak atau hilang peminjam harus bertanggungjawab dengan cara mengganti barang tersebut yang sesuai atau setara dengan barang yang dipinjam. Apabila dalam jangka watu 5 hari dari perjanjian pengembalian barang, barang tersebut belum kembali, maka akan diiangatkan via nomer yang tercamtum pada nota perjanjian. Apabila 3 hari kemudian barang tidak kembali, pengurus bidang logistik akan mengambil ke Sekretariatan MAPALA tersebut. Azaz yang digunakan dalam peminjaman ini adalah kekeluargaan yang telah disepakati.



Saran untuk perjajanjian yang dilakukan pada organisasi ini barang yang dipinjam harus didata dan ditandai agar tidak tertukar dengan alat yang lain. Pendapat pribadi dari perjanjian ini adalah sangat perlu diconto karena rasa saling percaya dan saling tanggungjawab itu ada.

Minggu, 13 September 2015

single rope technique (SRT)

Dalam caving dikenal dua jenis goa yaitu goa horizontal dan goa vertikal. Perbedaan keduanya hanya terletak pada lintasan goa, dimana goa horizontal lintasannya lurus mendatar sedangkan goa vertikal lintasannya turun ke bawah/vertikal.
Pada goa horizontal tidak ada kesulitan untuk untuk melintasinya karena memang bentuk lintasannya yang lurus mendatar, tapi bagaimana dengan goa vertikal? Jelas tidak mungkin kita langsung terjun ke dalamnya. Untuk itu diperlukan suatu teknik khusus untuk masuk maupun keluar dari dalam goa vertikal. Bagi para caver teknik itu dikenal dengan nama Single Rope Technique (SRT).
Bagi orang yang ingin masuk ke dalam goa vertikal SRT ini mutlak dikuasai karena jika tidak maka akan sulit untuk dapat masuk maupun keluar dengan keadaan selamat.

Sebelum kita bicara soal bagaimana teknis dari SRT itu sendiri tentu saja kita harus tau alat apa saja yang diperlukan pada saat kita akan melakukan SRT. Alat-alat tersebut mutlak kita bawa sebagai alat bantu dan pengaman kita untuk dapat masuk dan keluar dari goa vertikal selain alat-alat susur goa lainnya yang pernah saya jabarkan di tulisan saya yang berjudul Caving (Susur Goa). Alat-alat itu antara lain:
  1. Sit Harness, harness ini adalah harness yang didesain secara khusus untuk kegiatan susur goa berbeda dengan harness yang biasa dipakai untuk panjat tebing/panjat dinding. Macamnya pun beragam, seperti Croll, rapide, Avanti, super Avanti, fractio dll.
  2. Ascender, adalah peralatn yang digunakan untuk naik meniti tali, seperti Hand Jammer, Croll, Gibs, Basic Jammer, Jummar dan lain sebagainya.
  3. Descender, merupakan peralatan yang digunakan untuk turun tali. Macam-macam discender antara lain Capstand ( ada dua jenis, simple dan auto stop), whale tail, Rack (ada dua jenis, yang open dan close rack), Figure of Eight dan lain sebagainya.
  4. Millon Rapid (MR), ada tiga jenis yaitu Delta MR (sering untuk menyambung loop sit harness); Semi Circular MR (juga untuk menyambung loop harness) dan Oval MR (untuk menyambung chest ascender dengan delta atau semi circular MR).
  5. Chest harness berfungsi untuk mengikat chest ascender pada dada.
  6. Cowstail dibuat dengan tali dinamis yang disimpul salah satu tali lebih pendek. Tali yang lebih pendek (satu lengan siku) sebagai pengaman dan tali yang lebih panjang (sejangkauan tangan) dihubungkan dengan hand ascender.
  7. Foot Loop digunakan sebagai pijakan kaki dan dihubungkan dengan hand ascender. Foot Loop ini dapat dibuat dari tali Carmentel dinamis yang disimpul bowling
Setelah kita mengetahui alat-alat apa saja yang diperlukan untuk melakukan SRT, berikutnya akan saya jelaskan cara melakukan SRT. Sebelum kita melakukan SRT, kita pasang terlebih dahulu satu set perlengkapan SRT dan personal equipment yang diperlukan untuk penelusuran goa. Setelah itu lakukan langkah-langkah seperti berikut:
Naik:
  1. Pasang Ascender (jumar dan croll) pada tali
  2. Tarik jumar  ke atas sampai setinggi yang kita mampu
  3. Injak Foot Loop lalu berdiri tegak dengan tangan bertumpu  pada jumar
Lakukan poin 2 dan 3 sampai kita mencapai ketinggian yang kita inginkan.
Turun:
  1. Pasang carabineer pengaman yang terdapat pada cowstail pendek ke atas jumar
  2. Pasang descender lalu kunci (unuk simple kunci 2 kali dan auto stop dikunci 2 kali)
  3. Lepas croll
  4. Lepas jumar
  5. Lepas kunci descender lalu turun dengan perlahan